Sekda Sula Berharap Penyusunan Kurikulum Jadi Ajang Peningkatan Kapasitas Profesional Guru

SULA,Tanyamalut.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kepulauan Sula melaksanakan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar tahun 2025.

Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Dasar itu dilaksanakan di Bliga Hotel, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana. Kamis (20/11/2025).

Sektretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Sula, Muhlis Soamole saat membuka Pelatihan menyampaikan Pelatihan kurikulum muatan lokal ini merupakan langkah strategis dalam upaya memperkuat identitas pendidikan daerah.

“Kita memahami bahwa keberadaan muatan lokal bukan hanya sebagai pelengkap dalam kurikulum, melainkan menjadi elemen penting yang berfungsi melestarikan budaya, kearifan lokal, serta potensi sumber daya daerah,” ujarnya.

Dengan demikian, Lanjut Muhlis, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memahami nilai-nilai lokal yang membentuk karakter, etika, dan jati diri mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Menurutnya, Tantangan pendidikan saat ini menuntut adanya kurikulum yang fleksibel, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan lingkungan sosial peserta didik.

Oleh karena itu, penyusunan dan implementasi muatan lokal harus dilakukan secara sistematis, berbasis data, serta memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik dapat mengembangkan kurikulum Mulok yang relevan, bermutu, dan berorientasi pada penguatan kompetensi siswa.

Selain itu, pelatihan ini juga merupakan ajang untuk meningkatkan kapasitas profesional para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

“Para peserta akan memperoleh pendampingan mengenai penyusunan perangkat ajar, metode pembelajaran aktif, teknik evaluasi berbasis. kompetensi, serta strategi integrasi nilai-nilai lokal ke dalam proses pembelajaran.sehingga implementasi kurikulum Mulok nantinya tidak hanya berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi benar benar hidup di ruang kelas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran,” harap Muhlis.

Lebih lanjut, Pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kurikulum Muatan Lokal sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan.

“Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh proses mulai dari penyusunan, pelatihan, hingga implementasi di satuan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tokoh budaya, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini,” pungkasnya (red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini