Makan Cokelat di Sula Catat Rekor MURI

Sanana,tanyamalut.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula mengukir prestasi membanggakan setelah berhasil memecahkan rekor MURI dunia pada acara makan cokrlat terbanyak memperingati HUT Kabupaten ke 22 tahun 2025.

Kegiatan Makan cokelat terbayak pelaksanaan Hari HUT Kabupaten Kepulauan Sula ke-22 tahun di pusatkan di Isda, Desa Mangon. Sabtu (31/5/2025).

Sejak pagi pukul 07. sebanyak 5000 peserta dari berbagai kalangan telah memadati Istana Daerah (Isda) Sula.

Setelah melaksanakan Upacara Peringatan HUT Kepulauan Sula ke-22 tahun Bupati Hj.Fifian Adeningsi Mus meresmikan kegiatan makan cokelat tersebut.

Kegiatan itu sekaligus juga mengantarkan Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat Kepulauan Sula mengukir prestasi dengan memecahkan Rekor MURI dari Museum Muri Indonesia.

Sebagai bukti atas keberhasilan yang diraih oleh Pemda Sula dan Masyarakat Pengurus MURI Indonesiapun memberikan Piagam Penghargaan kepada Bupati Kepulauan Sula Hj.Fifian Adeningsi Mus.

Senior Manager MURI, Triyono menyebut, Kepulauan Sula merupakan satu-satunya daerah yang mampu memecahkan rekor makan cokelat batang terbanyak di Indonesia.

“Kami sudah menghitung jumlah cokelat yang disiapkan oleh panitia, dan itu sudah sesuai target. Bahkan panitia telah menyiapkan cokelat sebagai cadangan,” ujarnya.

Triyono pun mengapresiasi antusias masyarakat yang hadir melebih target. Selain itu, ia pun mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Kepualuan Sula yang telah meraih prestasi rekor MURI makan cokelat batang terbanyak.

“Antusias masyarakat Kepualuan Sula sangat luar biasa. Dan pada hari ini, kami nyatakan Kepualuan Sula masuk dalam rekor MURI makan cokelat terbanyak di Indonesia. Untuk itu, kami dari MURI pempersembahkan dan menyerahkan penghargaan ini kepada Pemerintah Kabupaten Kepualuan Sula,” katanya

Sementara, Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dalam sambutannya, mengajak seluruh masyarakat untuk menanam dan menjaga hasil komuditi unggulan, terutama tanaman jenis kakao.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengembalikan kejayaan komuditi unggulan seperti dulu, yakni menanam kakao. Selain itu, masyarakat juga diharapkan menanam kelapa, cengkeh, pala, dan komuditi unggulan lainnya. Atas nama Pemerintah Daerah, kami siap mendorong partisipasi masyarakat dalam pembibitan, mulai dari perencanaan, pengadaan, penyaluran, hingga pengawasan mutu bibit,” pungkasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini