Gelar Halal Bihalal Bupati Sula Minta Masyarakat Jaga Silaturahmi
Sanana,Tanyamalut.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula, Maluku Utara melaksanakan Halal Bihalal di Mesjid Raya Al-Istiqomah Desa Falahu Kecamatan Sanana, Senin (21/4/2024)
Perayaan Halal bihalal sendiri bukanlah hal baru, ini merupakan tradisi pasca-Idul Fitri di Indonesia di mana umat Islam saling bermaaf-maafan dan mempererat tali silaturahmi. Acara ini bertujuan untuk membersihkan hati, memaafkan kesalahan, dan memperkuat ikatan komunitas.
Bupati Kepulauan Sula, Hj.Fifian Adeningsi Mus dalam sambutannya menyampaikan Halal Bihalal seperti ini adalah merupakan salah satu tradisi yang berlangsung sejak lama di negara Indonesia.
Tradisi yang baik ini bisa dilaksanakan kapan saja dan dimana saja momentum ini sangat strategis dalam mengembalikan kesucian hati kita terutama kesucian hati terhadap sesama manusia yang merupakan implementasi dari bentuk hubungan antar sesama manusia.
Tradisi budaya saling maaf-memaafkan yang lebih populer disebut halal-bihalal ini banyak melibatkan berbagai kalangan yang tidak saja pada pemeluk agama islam, akan tetapi non muslim pun larut di dalamnya.
Tradisi ini adalah fenomena yang terjadi ditanah air kita dan merupakan refleksi ajaran islam yang menekankan pada sikap persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.
Dalam pengertian yang lebih luas lagi, halal bihalal adalah momentum sarana bagi semua umat manusia untuk saling memaafkan, sehingga kehilafan maupun kesalahan yang pernah kita lakukan baik dengan sengaja maupun tidak disengaja terhadap sesama manusia dapat terhapuskan.
“Aktivitas yang kita lakukan seringkali bersinggungan dengan orang lain, besar dan kecilnya ketersinggungan itu sangat tergantung pada kapasitas dan tanggung jawabnya. makin tinggi status sosial seseorang, tingkat persinggungannya jauh lebih besar dan luas dampaknya terhadap manusia lain. Sedangkan rendahnya status sosial atau bagi warga masyarakat biasa, tingkat persinggungannya mungkin hanya terbatas pada hubungan individual saja,” ujarnya.
Menurut Fifian, Momentum halal bihalal seperti ini atau saling maaf-memaafkan antar sesama akan nampaklah ciri-ciri khasnya saat berjabat tangan.
“Khasnya yaitu dengan berjabat tangan merupakan suatu bukti kehendak untuk lebih membersihkan dirinya dari kesalahan sekaligus merupakan bukti eratnya rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama,” katanya
Diakhir sambutannya, Fifian menyampaikan kepada masyarakat Kepulauan Sula agar tetap menjaga silaturahmi
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, saya ingin menitipkan satu pesan moral kepada kita semua, bahwa memberi maaf adalah suatu kehormatan kepada kita yang pernah berbuat salah, oleh karena itu siapa saja yang terlebih dahulu meminta maaf maka dialah yang lebih tinggi dan lebih mulia derajatnya di hadapan Allah SWA. Semoga wadah halal bihalal ini juga akan merajut tali silaturahim antara ulama, umara dan umat sebagai momentum untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik demi terwujudkan sula yang berkeadilan dan sejahtera menuju sula bahagia,” pungkasnya (red/Alam)










Tinggalkan Balasan