Sekda Sula Buka Kegiatan Sosialisasi Stunting di Desa Fatkauyon
Sanana, Maluku Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula melaksanakan kegiatan Sosialisasi Stunting di Desa Fatkauyon. Kecamatan Sulabesi Timur, Sabtu (9/11/2024)
Sekertaris Daerah (Sekda) Kepulauan Sula. Muhlis Suamole, dalam sambutannya menyampaikan beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula telah berkomitmen untuk mengatasi masalah stunting dengan serius.
Berbagai langkah strategis telah diambil untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak kita. Kami menyadari bahwa stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi masa depan generasi penerus, oleh karena itu, penanganannya menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, saya bangga melaporkan bahwa Kabupaten Kepulauan Sula telah mencapai kemajuan signifikan dalam penurunan angka stunting. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Kabupaten Kepulauan Sula menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2022, prevalensi stunting mencapai 28,5 persen, namun berkat kerja keras bersama, angka tersebut berhasil turun menjadi 18,8 persen pada tahun 2023. Kami optimis dapat mencapai target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024, dan ini merupakan pencapaian yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya
Muhlis menuturkan, Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran syarakat mengenai pentingnya informasi dan komunikasi ukasi (KIE) tentang kesehatan. Dengan pengetahuan yang Ikup, masyarakat akan lebih mampu mencegah stunting dan mendukung pertumbuhan anak-anak dengan baik.
“Mari kita bersama-sama belajar dan berkolaborasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya
Menurutnya, Untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam penanganan stunting, melalui kegiatan semacam ini seluruh masyarakat harus berkomitmen melakukan perubahan menuju pola hidup sehat. Contohnya adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Penting bagi orang tua untuk mendapatkan informasi mengenai pola asuh anak dan remaja dari sumber yang terpercaya khususnya dari tenaga Kesehatan kami.
“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, walaupun prevalensi Stunting di Kepulauan Sula mengalami penurunan, namun kita harus tetap waspada terhadap potensi munculnya angka kejadian baru stunting di tahun – tahun berikutnya. Olehnya, Saya ingin menekankan pentingnya untuk tetap meningkatkan proses program pendampingan khususnya bagi sasaran keluarga berisika stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, keluarga dengan baduta dan balita. Pendampingan ini harus diperkuat agar anakanak kita mendapatkan perhatian dan asupan gizi yang optimal,” pungkasnya (Red)










Tinggalkan Balasan