Bupati Fifian Buka MTQ ke-XI, Kafilah 12 Kecamatan Berebut Jadi Yang Terbaik

Sula,tanyamalut.com – Bupati Kepulauan Hj.Fifian Adeningsi Mus membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI Tingkat Kabupaten Kepulauan Sula.

Pembukaan MTQ XI dilaksanakan di Depan Benteng De Verwachting Desa Mangon Kecamatan Sanana. Jumat (5/6/2026) malam.

Dalam sambutannya Fifian menyampaikan Pelaksanaan MTQ bukanlah sekadar ajang perlombaan belaka. Lebih dari itu, MTQ adalah media strategis untuk mencetak generasi penghafal dan pemaham Al-Qur’an. MTQ merupakan syiar Islam untuk membuktikan eksistensi dan kemuliaan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.

“Melalui MTQ ke-XI ini, kita ingin meneguhkan komitmen bahwa Kabupaten Kepulauan Sula adalah daerah yang religius, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia, toleran, dan cinta damai,” katanya.

Fifian bilang , Sebagaimana tema MTQ ke-11 tahun ini “Merangkai Kehidupan Bersendikan Al-Qur’an Dalam Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula Yang Bahagia, Maju, dan Berakhlak Mulia.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah arus digitalisasi yang deras, Al-Qur’an harus menjadi solusi atas berbagai persoalan umat, sekaligus menjadi penguat karakter generasi muda agar tidak terbawa arus negatif zaman,” ujarnya.

Meskipun demikian, Fifian berharap kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan membawa berkah bagi kita semua khususnya para kafilah dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Sula,

“Selamat bertanding! Ingatlah bahwa kemenangan adalah hasil dari latihan yang cukup banyak, keseriusan, dan istiqomah. Bagi yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Jadikan ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat lagi di masa mendatang. Kesempatan masih terbuka lebar,” tandasnya.

Diakhir sambutannya, Fifian berharap para Dewan Hakim yang terhormat, adil dalam memberikan penilaian atas tampilan yang di tampilkan para Kafilah.

“Dewan Hakim yang terhormat saya berharap Saudara-saudara dapat memberikan penilaian dengan seadil-adilnya, seobjektif mungkin, dan sesuai dengan kaidah yang berlaku. Penilaian yang adil akan menjadi perhatian khusus bagi kita semua, sehingga peserta tahu kekurangan dan kelebihannya untuk bisa tampil lebih baik lagi di ajang tingkat provinsi nantinya,” pungkasnya (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini